Selasa, 13 Desember 2016

hubungan antara pendekatan, strategi dan metode



hubungan antara pendekatan, strategi dan metode

HUBUNGAN ANTARA PENDEKATAN, STRATEGI dan METODE
Apabila antara pendekatan, strategi, metode pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

miskonsepsi dalam fisika



miskonsepsi dalam fisika


Nama : SITI HADIJAH
Nim : RSA1C315006
Mk: STRATEGI PEMBELAJARAN

10 MISKONSEPSI DALAM FISIKA
No
MISKONSEPSI
KONSEPSI
1
Semua benda padat akan tenggelam dalam air
Beberapa benda padat tenggelam dalam air dan beberapa benda padat tidak tenggelam dalam air
2
Bila benda diam diatas meja, maka benda itu tidak melakukan gaya pada meja, seperti manusia diam tidak melakukan apa-apa
Bahwa benda itu memiliki gerak kebawah, hanya terhalang oleh benda yang menopangnya
3
Ketika melihat bintang dilangit pada malam hari bintang itu seolah-olah berkedip-kedip sedangkan planet tidak berkedip, hal ini karena bintang memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet tidak memancarkan cahaya melainkan memantulkan cahaya
Sebenarnya Planet dan bintang berkedip-kedip hal ini disebabkan karena adanya perubahan rapat udara dalam atmosfer bumi. Lapisan atmosfer yang bergejolak ini menyimpangkan atau membelokkan garis pandang kita. Planet merupakan obyek yang kelihatan lebih besar sebab letaknya lebih dekat. Itulah sebabnya mengapa kedipan planet tidak begitu erlihat dibandingkan bintang.
4
Sebuah benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat daripada benda yang beratnya ringan pada peristiwa gerak jatuh bebas
Kedua benda akan jatuh dengan percepatan sama dan waktu yang sama pula jika tidak ada unsur lain yang mempengaruhi
5
Arah gaya gesek sama dengan arah gerak benda
Arah gaya gesek itu berlawanan arah dengan arah gerak benda
6
Listrik bergerak pada kecepatan cahaya
Faktanya adalah energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya)
7
Percepatan sama dengan kecepatan
Percepatan adalah pertambahan kecepatan suatu benda tiap satuan waktu (m/s2), Sedangkan Kecepatan adalah laju benda tiap satuan waktu (m/s)
8
Massa mempengaruhi percepatan benda yang jatuh bebas
Percepatan gravitasi bumi bumi tidak dipengaruhi massa benda
9
Gelombang memindahkan materi
Gelombang hanya memindahkan energy bukan materi. Contoh benda yang terapung di laut ketika terkena gelombang air laut ia akan tetap di tempat semula.
10
Konduktor tidak memiliki hambatan
Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas.

Hukum archimides tentang pembelajaran kognitif,psikomotor dan afektif



Hukum archimides tentang pembelajaran kognitif,psikomotor dan afektif

Hukum Archimides
1)      TUJUAN PEMBELAJARAN KOGNITIF
INDIKATOR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Membuktikan Hukum archimides
C1 siswa dapat menyebutkan contoh hukum archimides dalam kehidupan sehari-hari setelah dijelaskan dengan benar.
Mendiskripsikan hukum archimides dan diberi contohnya
C2 siwa dapat menjelaskan kejadian jika benda dicelupkan de dalam air, setelah diberikan contoh oleh guru.
Menghitung berat sebuah benda dalam sebuah rumus
C3 siswa dapat menerapkan konsep hukum archimides  dalam sebuah rumus diberikan setelah dijelaskan dengan benar.
Membuktikan adanya gaya apung pada percobaan ketika benda dicelupkan kedalam air
C4 Menganalisis konsep dari gaya apung yang di pengaruhi oleh massa dan volume

C5 siswa dapat mensintesis  hukum archimides stelah diberi penjelasan dengan benar.
C6 siswa dapat menjawab soal hukum archimides yang diberikan setelah pembelajaran

2)      TUJUAN PEMBELAJARAN PSIKOMOTOR
INDIKATOR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Membuktikan Hukum archimides melalui percobaan dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
P1 siswa dapat meniru percobaan hukum archimides dirumah setelah didemonstrasikan terlebih dahulu.
Mendiskripsikan perpaduan gaya-gaya dalam hukum archimides
P2   Melalui literatur siswa dapat menjelaskan definisi gaya .
Menghitung penjumlahan gaya dalam hukum archimides melalui persamaan matematika
P3 Melalui diskusi siswa dapat menunjukkan gaya yang bekerja dalam hukum archimides
Membuktikan adanya gaya apung yang terjadi pada benda jika dicelupkan di dalam air
P4 siswa dapat menyelesaikan soal yang diberikan dengan tepat serta  waktu yang telah ditentukan.
P5 siswa menjadi natural (mahir) dalam penerapan hukum archimides setelah dilakukan percobaan hukum archimides

3)      TUJUAN PEMBELAJARAN AFEKTIF
INDIKATOR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Menerapkan sikap toleransi dengan membuktikan Hukum archimides dalam proses pembelajaran
A1 siswa dapat memperhatikan penjelasan guru dalam kondisi tenang tentang hukum archimides selama pembelajaran berlangsung.
Menerapkan nilai kesopanan dengan interaksi yang baik kepada seorang guru dalam proses pembelajaran.
A2 siswa dapat bertanya dengan sopan tentang hukum archimides  setelah guru menjelaskan.
Menerapkan sikap menghargai apa yang telah diciptakan dengan mempelajari hukum archimides.
A3 siswa dapat menghargai  segala sesuatu di kehidupan sehari-hari.
Menerapkan sebuah hukum archimides.
A4 siswa dapat mengetahui hukum archimides dan bisa mendalami konsep hukum archimides
Menerapkan konsep kejujuran kepada siswa melalui pembelajaran hukum archimides
A5 siswa dengan jujur dalam melakukan pengamatan pada praktikum benda dicelupkan kedalam air.

 

Macan Fisika Template by Ipietoon Cute Blog Design